fix1.jpg
Selamat Datang di Website Resmi Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sukabumi

 


Beranda
KEPALA BP4K KABUPATEN SUKABUMI HADIRI PEMBUKAAN SL KAGRISNAK Print E-mail

Pengembangan ternak besar, khususnya sapi potong, memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembangunan ekonomi Kabupaten Sukabumi. Hal ini terkait dengan masih rendahnya populasi ternak, relatif jauh dengan kebutuhan setiap tahunnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2011, rata-rata konsumsi daging penduduk Kabupaten Sukabumi mencapai 2,09 kg/kapita/tahun. Jika diasumsikan berat daging per ekor sapi dan kerbau sebesar 139,9 kg, dan penduduk Kabupaten Sukabumi mencapai 2,4 juta jiwa, maka dibutuhkan setidaknya 25.537 ekor sapi dan kerbau setiap tahunnya. Padahal populasi sapi potong di Kabupaten Sukabumi saat ini hanya berkisar di angka 18.000 ekor saja.

Untuk itulah, sejak tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menggulirkan program Kawasan Agribisnis Berbasis Peternakan (Kagrisnak). Program Kagrisnak dibagi ke dalam 3 (tiga) zona, yaitu Zona Inti : Kecamatan Purabaya; Zona Penyangga : Kecamatan Nyalindung, Pabuaran, Sagaranten, Tegalbuleud, Cidolog, Cibitung, Surade, dan Ciracap; dan Zona Pendukung : Curugkembar, Jampangtengah, Cikembar, Gegerbitung, dan Ciemas.

Peran BP4K dalam mendukung keberhasilan program ini cukuplah strategis. Salah satunya melalui penyelenggaraan Sekolah Lapang (SL). Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kemampuan peternak dalam membudidayakan ternak sapi potong agar diperoleh produktivitas ternak yang lebih baik.

Pada tanggal 29 Agustus 2014, BP4K Kabupaten Sukabumi telah melaksanakan pembukaan SL Kagrisnak di Kecamatan Purabaya, tepatnya di Desa Marguluyu.  Pembukaan SL dilakukan langsung oleh Kepala BP4K, Ir. Hj. Dedah Herlina, M.Si, didampingi Kepala Bidang Penyelenggaraan, A.Muladi, SH. Pembukaan Sekolah Lapang dihadiri pula Kepala UPTD Peteernakan wilayah Jampangtengah, dan melibatkan peserta sebanyak 25 orang.pembukaan_sl_purabaya2.jpg 

pembukaan_sl_purabaya1.jpg 

 
BARU DILANTIK, KEPALA BP4K KABUPATEN SUKABUMI YANG BARU “NGEBUT” ROADSHOW KE BP3K Print E-mail

Proses mutasi dan rotasi di lingkungan birokrat merupakan hal yang sudah biasa terjadi, dan menjadi sebuah kebutuhan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.  Jika proses itu tidak terjadi, tentunya dapat mengurangi kreativitas dan motivasi kerja bagi para pegawai.

Proses mutasi ini ternyata terjadi juga di lingkungan BP4K Kabupaten Sukabumi, bahkan terjadi pada pucuk pimpinan. Sejak tanggal 6 Agustus 2014, Ir. Hj. Dedah Herlina, M.Si secara resmi menjabat sebagai Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi, menggantikan Ir. Iwan Karmawan, MM. Bapak Iwan yang baru menjabat Kepala BP4K selama 1,5 tahun dimutasikan ke Dinas Peternakan, sedangkan Ibu Hj. Dedah awalnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.

Tidak lama setelah dilantik, Kepala BP4K yang baru langsung melaksanakan Roadshow ke BP3K, dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi dengan seluruh Penyuluh di lapangan. Dalam kurun waktu hanya 2 minggu, Beliau telah mengunjungi setidaknya 20 BP3K, yang dilakukan di sela-sela tugas pokok beliau sebagai seorang pimpinan. BP3K yang telah dikunjungi umumnya berada di wilayah Utara Sukabumi, dan akan terus berlanjut hingga ke wilayah Selatan.

Dalam setiap kunjungan, selain untuk bersilaturahmi, Kepala BP4K juga menggali berbagai permasalahan yang dihadapi Penyuluh, termasuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan di lapangan. Hasil kunjungan ini menjadi bahan bagi Beliau untuk menentukan langkah dan kebijakan dalam pengembangan penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan di Kabupaten Sukabumi.

kunjungan_bu_dedah1.jpg 

kunjungan_bu_dedah2.jpg 

kunjungan_budedah3.jpg 

 
BUPATI SUKABUMI MELAKSANAKAN PANEN PERDANA GELAR TEKNOLOGI DI KECAMATAN SURADE Print E-mail
panen_gt_2014.jpg

Padi sawah merupakan komoditas strategis yang keberadaannya sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Indonesia. Komoditas ini mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah, karena kekurangannya atau ketiadaannya dapat mengganggu kestabilan politik dan keamanan negara. Untuk itulah, diperlukan upaya-upaya dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas padi sawah, terutama melalui diseminasi teknologi tepat guna kepada petani.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi, melalui Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K) adalah menyelenggarakan Gelar Teknologi Padi Sawah. Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak bulan April 2014 bertempat di Kampung Batusuhunan Kelurahan Surade Kecamatan Surade, seluas 10 Ha. Gelar Teknologi melibatkan 10 (sepuluh) perusahaan swasta/BUMN sebagai mitra. Mereka mendapatkan plot seluas 1 ha, yang harus dikelola sesuai dengan teknologi yang dimiliki, namun tetap berbasis pada 13 komponen PTT padi sawah. Kesepuluh perusahaan tersebut adalah : CV. Karya Tani, Syngenta Indonesia, CV. Saprotan Utama, PT. Petrokimia Gresik, PT. Petrosida Gresik, PT. Deltagro Mulia Sejati, PT. BASF, PT. Bina Guna Kimia (FMC), PT. Hextar Fertilizer Indonesia, dan PT. Anugerah Cemerlang Indonesia (ACI).

Panen perdana Gelar Teknologi ini telah dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 7 Agustus 2014, yang secara simbolis dilaksanakan oleh Bupati Sukabumi. Hadir pula dalam acara ini : Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian RI, perwakilan Bakorluh Provinsi Jawa Barat, Asisten Sekda Bidang Ekbang, Kepala OPD lingkup pertanian, KTNA, dan Komisi Penyuluhan. Panen perdana diikuti oleh sekitar 500 orang petani dari 47 kecamatan, dan didampingi oleh Penyuluh pada masing-masing BP3K.

Dalam laporannya, Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi, Ir. Hj. Dedah Herlina, M.Si, menyampaikan bahwa rata-rata hasil ubinan yang diperoleh cukup memuaskan, mencapai 7,85 ton/ha GKP, dengan hasil tertinggi mencapai 9,74 ton/ha GKP, dan terendah 6,35 ton/ha GKP. Varietas yang ditanam adalah Inpari 19. Adapun kontrol merupakan petakan sawah yang dikelola sendiri oleh petani, di luar Gelar Teknologi, dengan hasil ubinan hanya mencapai 4,26 ton/ha GKP.

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi menyampaikan bahwa hasil dari pelaksanaan Gelar Teknologi harus ditindaklanjuti dengan upaya pengembangan varietas Inpari 19. Hal yang menjadi kendala dalam pengembangan varietas unggul baru adalah ketersediaan benih di tingkat petani. Untuk itu, perlu adanya upaya menumbuhkembangkan penangkar lokal benih padi sawah, tentunya melalui kerjasama berbagai pihak terkait, khususnya BP4K, Dinas Pertanian, BPSB, dan BPTP Jawa Barat. 

 
BP4K KAB. SUKABUMI MERIAHKAN HUT KEMERDEKAAN RI KE-69 Print E-mail

Kemerdekaan merupakan karunia dan anugerah yang tidak ternilai bagi bangsa Indonesia, setelah sebelumnya mengalami penjajahan hingga 3,5 abad. Rasa syukur atas kemerdekaan ini sudah seyogyanya dipanjatkan oleh setiap warga negara Indonesia, sekaligus berkewajiban mengisi kemerdekaan dengan berpartisipasi dalam pembangunan, sesuai dengan kemampuan, pekerjaan, dan posisi dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah satu cara dalam mengimplementasikan kegembiraan dan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke-69 adalah mengisi hari kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan kreatif dan membangun kebersamaan. BP4K Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu instansi di Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga turut memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Acara mengisi HUT RI dilakukan pada hari Kamis dan Jumat, tanggal 21 dan 22 Agustus 2014, bertempat di halaman belakang BP4K. Acara ini cukup meriah, diisi oleh berbagai macam perlombaan, diantaranya lomba tumpeng, balap karung, memakan kerupuk, catur, dan lomba-lomba lainnya. Khusus lomba tumpeng, kegiatan ini berhasil disabet oleh Bidang Penyelenggaraan, dengan nilai tertinggi. Juri untuk lomba tumpeng berasal dari jabatan fungsional.

hut_ri_2.jpg 

hut_ri_1.jpg 

 
BP4K KABUPATEN SUKABUMI SELENGGARAKAN RAPAT DINAS DI BULAN MEI 2014 Print E-mail

Penyelenggaraan penyuluhan di tingkat lapangan tidak terlepas dari permasalahan dan tantangan yang harus dihadapi. Kondisi tersebut terjadi karena adanya kesenjangan yang cukup besar antara harapan dengan kenyataan dalam pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan. Kebersamaan dalam korps Penyuluh haruslah tetap dijaga dan ditingkatkan, guna mempermudah pemecahan permasalahan yang semakin kompleks tersebut.

Silaturahmi antara BP3K satu dengan yang lainnya dapat dijalin salah satunya melalui kegiatan Rapat Dinas. Kegiatan ini dilaksanakan setiap satu bulan sekali dan dihadiri oleh seluruh Kepala BP3K di Kabupaten Sukabumi. Selain sebagai wahana silaturahmi, Rapat Dinas merupakan metode yang sangat strategis dalam menyampaikan berbagai program penyelenggaraan penyuluhan, termasuk untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi di tingkat lapangan.

Rapat Dinas bulan Mei dilaksanakan pada hari Senin tanggal 19 Mei 2014. Narasumber Rapat Dinas antara lain : Kejaksaan Negeri Cibadak, Ketua BAZ Kabupaten Sukabumi, PMT PUAP, dan salah satu BUMN di Kota Sukabumi.

rapat_dinas_mei_1.jpg 

rapat_dinas_mei2.jpg 

 
BP4K KABUPATEN SUKABUMI SELENGGARAKAN RAKORLUH TINGKAT KABUPATEN TAHUN 2014 Print E-mail

 rakorluh1.jpg

Penyelenggaraan penyuluhan merupakan sebuah subsistem dari pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan. Dalam penyelenggaraan penyuluhan, diperlukan keterkaitan dan sinergitas dengan subsistem lainnya, yaitu penelitian, pengaturan (dinas), penyedia sarana produksi, pembiayaan (perbankan), dan pemasaran.  Apabila diantara subsistem tersebut terjalin komunikasi dan kerjasama yang beriringan, sudah dapat dipastikan bahwa pembangunan pertanian akan berjalan secara efektif dan efisien.

Untuk meningkatkan sinergitas tersebut, pada tanggal 13 Mei 2014, BP4K Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan Rapat koordinasi (Rakor) Penyuluhan tingkat Kabupaten Sukabumi, bertempat di Hesty Centre Karang Tengah Cibadak. Acara ini merupakan agenda tahunan yang dihadiri oleh seluruh Penyuluh PNS, dan perwakilan dari THL Pusat dan THL Provinsi Jawa Barat. Hadir pula dalam acara tersebut : Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi yang sekaligus memberikan arahan dan membuka secara resmi, Kepala BP4K, Kepala Dinas lingkup pertanian, dan Komisi Penyuluhan. Adapun narasumber Rakor adalah pejabat pada Pusat Punyuluhan Pertanian, Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan, serta Pusat Penyuluhan Kehutanan.

Dalam laporannya, Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi, Ir. Iwan Karmawan, MM menyampaikan bahwa Rakorluh mempunyai tujuan : (1) meningkatkan koordinasi dan sinergitas penyelenggaraan penyuluhan di Kabupaten Sukabumi, (2) menyamakan persepsi mengenai pengembangan dan pemberdayaan kelembagaan tani, dan (3) menggali masukan terkait dengan upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan penyuluhan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa apabila dilihat dari komposisi usia, sebesar 33% penyuluh PNS berusia diantara 56-60 tahun; 39% berusia diantara 51-55 tahun; dan hanya 28% yang berusia 50 tahun ke bawah. Apabila tidak ada rekruitmen untuk penyuluh PNS, maka pada tahun 2021, kabupaten sukabumi hanya memiliki 50 penyuluh PNS, terdiri dari 37 penyuluh pertanian, 6 penyuluh perikanan, dan  7  penyuluh kehutanan.

 rakorluh2.jpg

Sementara itu, dalam arahannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ir. Adjo Sardjono, MM menyampaikan bahwa Penyuluh harus menjadi agen perubahan bagi petani, yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, tadinya tidak bisa menjadi bisa, tadinya tidak mau menjadi mau, tadinya berekonomi lemah menjadi kuat, tadinya bekerja secara individual menjadi berkelompok, tadinya pasif terhadap teknologi baru menjadi agresif, dan tadinya pesimis terhadap usaha pertanian menjadi lebih optimis.

Lebih lanjut dalam arahannya, Penyuluh sebagai agen perubahan tersebut hanya dapat berjalan apabila kualitas penyuluh itu sendiri lebih baik.  Kualitas disini menyangkut aspek teknis, aspek sosial, dan aspek manajerial. Dalam aspek teknis, penyuluh haruslah menguasai teknologi sesuai dengan keprofesiannya. Hal ini menjadi keharusan mutlak. Tanpa penguasaan teknologi, maka seorang penyuluh tidak akan mampu bekerja sesuai dengan kewajibannya.

Dalam acara Rakorluh, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi berkesempatan untuk menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah bagi Petani, kelompok, gapoktan, Penyuluh PNS, THL, dan Penyuluh swadaya Berprestasi tahun 2014.

Semoga saja, melalui penyelenggaraan Rakorluh ini, terjadi penguatan penyelenggaraan penyuluhan yang lebih efektif dan efisien dalam membangun sumberdaya manusia pelaku utama di Kabupaten Sukabumi.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 1 - 10 of 108


FEATI

feati.jpg

Kalendar

Pejabat BP4K

pejabat_9.gif

Pengasuh Siaran Pedesaan

siaran_pedesaan3.gif

Siaran

siaranrspd.gif

sms center

sms_center.gif

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini549
mod_vvisit_counterKemarin618
mod_vvisit_counterMinggu Ini1167
mod_vvisit_counterBulan Ini9596
mod_vvisit_counterTotal745388

Online saat ini

jajak Pendapat

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Web BP4K Kab Sukabumi ini..
 

Waktu

Program Unggulan

Siaran Pedesaan
FEATI

Link Terkait

group00.gif

BP4K Kabupaten Sukabumi