fix1.jpg
Selamat Datang di Website Resmi Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sukabumi

 


Beranda
BP4K KABUPATEN SUKABUMI SELENGGARAKAN RAPAT DINAS DI BULAN MEI 2014 Print E-mail

Penyelenggaraan penyuluhan di tingkat lapangan tidak terlepas dari permasalahan dan tantangan yang harus dihadapi. Kondisi tersebut terjadi karena adanya kesenjangan yang cukup besar antara harapan dengan kenyataan dalam pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan. Kebersamaan dalam korps Penyuluh haruslah tetap dijaga dan ditingkatkan, guna mempermudah pemecahan permasalahan yang semakin kompleks tersebut.

Silaturahmi antara BP3K satu dengan yang lainnya dapat dijalin salah satunya melalui kegiatan Rapat Dinas. Kegiatan ini dilaksanakan setiap satu bulan sekali dan dihadiri oleh seluruh Kepala BP3K di Kabupaten Sukabumi. Selain sebagai wahana silaturahmi, Rapat Dinas merupakan metode yang sangat strategis dalam menyampaikan berbagai program penyelenggaraan penyuluhan, termasuk untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi di tingkat lapangan.

Rapat Dinas bulan Mei dilaksanakan pada hari Senin tanggal 19 Mei 2014. Narasumber Rapat Dinas antara lain : Kejaksaan Negeri Cibadak, Ketua BAZ Kabupaten Sukabumi, PMT PUAP, dan salah satu BUMN di Kota Sukabumi.

rapat_dinas_mei_1.jpg 

rapat_dinas_mei2.jpg 

 
BP4K KABUPATEN SUKABUMI SELENGGARAKAN RAKORLUH TINGKAT KABUPATEN TAHUN 2014 Print E-mail

 rakorluh1.jpg

Penyelenggaraan penyuluhan merupakan sebuah subsistem dari pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan. Dalam penyelenggaraan penyuluhan, diperlukan keterkaitan dan sinergitas dengan subsistem lainnya, yaitu penelitian, pengaturan (dinas), penyedia sarana produksi, pembiayaan (perbankan), dan pemasaran.  Apabila diantara subsistem tersebut terjalin komunikasi dan kerjasama yang beriringan, sudah dapat dipastikan bahwa pembangunan pertanian akan berjalan secara efektif dan efisien.

Untuk meningkatkan sinergitas tersebut, pada tanggal 13 Mei 2014, BP4K Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan Rapat koordinasi (Rakor) Penyuluhan tingkat Kabupaten Sukabumi, bertempat di Hesty Centre Karang Tengah Cibadak. Acara ini merupakan agenda tahunan yang dihadiri oleh seluruh Penyuluh PNS, dan perwakilan dari THL Pusat dan THL Provinsi Jawa Barat. Hadir pula dalam acara tersebut : Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi yang sekaligus memberikan arahan dan membuka secara resmi, Kepala BP4K, Kepala Dinas lingkup pertanian, dan Komisi Penyuluhan. Adapun narasumber Rakor adalah pejabat pada Pusat Punyuluhan Pertanian, Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan, serta Pusat Penyuluhan Kehutanan.

Dalam laporannya, Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi, Ir. Iwan Karmawan, MM menyampaikan bahwa Rakorluh mempunyai tujuan : (1) meningkatkan koordinasi dan sinergitas penyelenggaraan penyuluhan di Kabupaten Sukabumi, (2) menyamakan persepsi mengenai pengembangan dan pemberdayaan kelembagaan tani, dan (3) menggali masukan terkait dengan upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan penyuluhan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa apabila dilihat dari komposisi usia, sebesar 33% penyuluh PNS berusia diantara 56-60 tahun; 39% berusia diantara 51-55 tahun; dan hanya 28% yang berusia 50 tahun ke bawah. Apabila tidak ada rekruitmen untuk penyuluh PNS, maka pada tahun 2021, kabupaten sukabumi hanya memiliki 50 penyuluh PNS, terdiri dari 37 penyuluh pertanian, 6 penyuluh perikanan, dan  7  penyuluh kehutanan.

 rakorluh2.jpg

Sementara itu, dalam arahannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ir. Adjo Sardjono, MM menyampaikan bahwa Penyuluh harus menjadi agen perubahan bagi petani, yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, tadinya tidak bisa menjadi bisa, tadinya tidak mau menjadi mau, tadinya berekonomi lemah menjadi kuat, tadinya bekerja secara individual menjadi berkelompok, tadinya pasif terhadap teknologi baru menjadi agresif, dan tadinya pesimis terhadap usaha pertanian menjadi lebih optimis.

Lebih lanjut dalam arahannya, Penyuluh sebagai agen perubahan tersebut hanya dapat berjalan apabila kualitas penyuluh itu sendiri lebih baik.  Kualitas disini menyangkut aspek teknis, aspek sosial, dan aspek manajerial. Dalam aspek teknis, penyuluh haruslah menguasai teknologi sesuai dengan keprofesiannya. Hal ini menjadi keharusan mutlak. Tanpa penguasaan teknologi, maka seorang penyuluh tidak akan mampu bekerja sesuai dengan kewajibannya.

Dalam acara Rakorluh, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi berkesempatan untuk menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah bagi Petani, kelompok, gapoktan, Penyuluh PNS, THL, dan Penyuluh swadaya Berprestasi tahun 2014.

Semoga saja, melalui penyelenggaraan Rakorluh ini, terjadi penguatan penyelenggaraan penyuluhan yang lebih efektif dan efisien dalam membangun sumberdaya manusia pelaku utama di Kabupaten Sukabumi.

 
TANAM PERDANA PADI INPARI 19 MENANDAI DIMULAINYA GELAR TEKNOLOGI PERTANIAN 2014 Print E-mail

 foto_tanam_perdana_gt.jpg

Lahan sawah seluas 10 Ha yang dikelola anggota Poktan Batu Suhunan di Kelurahan Surade Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi pada Senin pagi 5 Mei 2014 menjadi lokasi tanam perdana padi varietas Inpari 19 yang digagas BP4K Kab Sukabumi dan pendampingan para penyuluh BP3K Kecamatan Surade serta kerjasama dengan para Formulator penyedia sarana produksi tampaknya bisa mengulang kesuksesan Gelar Teknologi serupa tahun lalu.

 Tanam perdana pada hamparan lahan sawah yang berbatasan dengan kawasan wisata Curug Luhur ini dibuka secara resmi oleh Kepala BP4K Kab Sukabumi dan diikuti oleh Muspika Kecamatan Surade dan dukungan pihak formulator produsen sarana produksi pertanian, seperti PT. Petrosida Gresik, PT. Petrokimia Gresik, PT Deltagro, PT. BASF, PT. Syngenta, PT. FMC, PT. Saprotan Utama, PT. NPK DGW, PT ACI dan PD. Karya Tani Sukabumi, serta Kelompok Jasa Tanam anggota Poktan Batu Suhunan sebanyak 129 petani yang terbagi dalam 10 blok pertanaman dengan pendampingan teknis para penyuluh.

 Kepala BP4K Kab Sukabumi, Ir. Iwan Karmawan, MM yang juga  turun langsung tanam perdana bibit padi Inpari 19 sistem Jajar Legowo 2:1, dalam sambutannya menekankan, “Penyelenggaraan Gelar Teknologi Pertanian di Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Tahun 2014 ini hasilnya harus lebih baik melebihi Gelar Teknologi Tahun 2013 di Kecamatan Cisaat yang berhasil mencapai produktivitas tanaman padi Inpari 14 sebesar 10,3 ton GKP/ Ha. Karena berdasarkan deskripsi, Inpari 19 ternyata memiliki keunggulan ketahanan lebih baik terhadap serangan OPT dengan potensi produksi dapat mencapai 10,5 ton GKP/Ha”.

Read more...
 
BP4K KABUPATEN SUKABUMI SELENGGARAKAN SEMINAR RINTISAN KUAT Print E-mail

Pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan di Kabupaten Sukabumi menghadapi tantangan yang cukup besar. Bukan hanya karena aspek infrastrukturnya, seperti jalan, yang belum dapat mendukung secara maksimal, namun juga berbagai program dari OPD terkait yang biasanya belum bersinergi dengan baik, selain tantangan peningkatan kualitas sumberdaya pelaku utama yang saat ini kondisinya relatif rendah.

Untuk itu, BP4K Kabupaten Sukabumi berinisiatif  menggulirkan kegiatan Rintisan Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) di Desa Neglasari Kecamatan Purabaya. Harapannya, muncul suatu kawasan di Kabupaten Sukabumi yang memiliki tingkat ekonomi yang  relatif tinggi, yang mampu menopang kesejahteraan pelaku utama di dalamnya, melalui keterpaduan pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan, mulai dari hulu hingga hilir. Rencananya, kegiatan KUAT dapat dioperasionalisasikan pada tahun 2015, selama 3 (tiga) tahun berturut-turut.

Mengawali rencana tersebut, maka pada tanggal 27 Pebruari 2014, bertempat di Villa Yustik, BP4K Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan Seminar Rintisan KUAT. Seminar ini dibuka secara resmi oleh Asisten Sekda Bidang Ekbang, Ir.H.Dana Budiman, M.Si, didampingi oleh Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi, Ir. Iwan Karmawan, MM. Narasumber berasal dari Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian RI serta akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Peserta seminar ini berjumlah 60 orang, berasal dari OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, unsur desa dan kecamatan calon lokasi KUAT, serta Penyuluh di BP3K Purabaya.

  Dalam laporannya, Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa Seminar KUAT dilaksanakan dengan tujuan untuk mensosialisasikan rencana pelaksanaan kegiatan KUAT, menggali masukan dari narasumber dan peserta sebagai bahan penguatan perencanaan kegiatan KUAT, serta menumbuhkan kesamaan persepsi mengenai kegiatan KUAT, khususnya bagi OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. 

Dalam sambutannya, Assda II menyampaikan agar kegiatan ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, bukan hanya dari OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, namun juga dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat. Apabila kegiatan ini hanya dilaksanakan oleh unsur penyuluhan saja, tentunya akan sulit mencapai tujuan yang dimaksud.

Semoga saja, melalui pelaksanaan Rintisan KUAT ini, upaya peningkatan kesejahteraan pelaku utama akan lebih maksimal lagi, tentunya melalui optimalisasi penyelenggaraan penyuluhan yang efektif dan efisien. Peran Penyuluh dalam hal ini sangatlah besar. Untuk itu, peningkatan motivasi, kreativitas, dan kinerja Penyuluh menjadi hal yang mutlak perlu dilakukan. (SURYA).

seminar_kuat_1.jpg 

seminar_kuat_2.jpg 

seminar_kuat_3.jpg 

 

 
BP4K KABUPATEN SUKABUMI MENJADI TUAN RUMAH TEMU PENYULUH SE-PRIANGAN BARAT Print E-mail
Menjadi kebanggan tersendiri bagi BP4K Kabupaten Sukabumi saat acara Temu Penyuluh se-Priangan Barat dilaksanakan di Selabintana Kabupaten Sukabumi. Menjadi tuan rumah merupakan kesempatan yang baik untuk menunjukkan kreativitas para Penyuluh di Kabupaten Sukabumi. Selain itu, meskipun Temu Penyuluh merupakan ajangnya Provinsi Jawa Barat, Penyuluh di Kabupaten Sukabumi saling behu membahu untuk memeriahkan suasana momen luar biasa tersebut.
Kreativitas Penyuluh Kabupaten Sukabumi ditunjukkan dengan adanya paduan suara untuk menyanyikan Mars Penyuluh Pertanian, Penyuluh Perikanan, dan Penyuluh Kehutanan. Selain itu, Perhiptani Kabupaten Sukabumi menyumbangkan kesenian tradisional berupa degungan, yang menambah semarak acara Temu Penyuluh. Pada saat memasuki jalan Selabintana menuju lokasi, dapat juga dilihat ratusan umbul-umbul, tentunya Penyuluh sendiri yang bergotong royong memasangnya. Banyak pihak yang mengakui, bahwa Temu Penyuluh se-Priangan Barat di Kabupaten Sukabumi begitu meriah dan bernuansa berbeda dengan Temu Penyuluh sebelumnya di wilayah lain Provinsi Jawa Barat.
Temu Penyuluh se-Priangan Barat dilaksanakan di objek wisata Selabintana, pada hari Senin, tanggal 24 Pebruari 2014. Peserta berasal dari 7 (tujuh) kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten Bandung, dengan jumlah keseluruhan mencapai 1600 orang. Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Bupati Sukabumi, Kepala OPD lingkup pertanian di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sukabumi.
       Dalam laporannya, Bupati Sukabumi, H. Sukmawijaya, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan penyuluhan, diantaranya melalui peningkatan alokasi anggaran setiap tahunnya. Tahun 2014 saja, terjadi peningkatan hingga 32% bila dibandingkan tahun 2013, dan anggaran tahun 2013 meningkat 112% dibandingkan tahun 2012. Salah satu alokasi anggaran di tahun 2014 diperuntukan bagi Penyuluh berupa tambahan biaya operasional. Pada kesempatan ini, Bupati Sukabumi mendorong Gubernur Jawa Barat untuk mengusulkan pengangkatan THL menjadi CPNS kepada Pemerintah Pusat. Hal ini sangat penting, mengingat regenerasi Penyuluh berjalan sangat lambat.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat menyampaikan bahwa peran Penyuluh sangatlah besar dalam pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan. Menurut Beliau, bahwa petani sangatlah membutuhkan sosok Penyuluh untuk membantu meningkatkan kesejahteraannya. Mengingat pentingnya peran Penyuluh tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah dua kali melayangkan surat kepada Pemerintah Pusat agar dilakukan pengangkatan CPNS dari para THL.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menambah honor THL Provinsi berdasarkan jenjang pendidikan, yaitu SPMA menjadi Rp. 1.000.000,-, D3 menjadi Rp.1.200.000,-, dan S1 menjadi Rp.1.500.000,-. Selain itu, ada tambahan honor 2 (dua) bulan untuk THL TBPP.
Bravo Penyuluh!
temu_penyuluh_sepriangan_barat1.jpg
temu_penyuluh_se-priangan_barat2.jpg 
temu_penyuluh_sepriangan_barat3.jpg 
temu_penyuluh_sepriangan_barat4.jpg 
temu_tpenyuluh_sepriangan_barat5.jpg 
temu_penyuluh_se-priangan_barat6.jpg 
 
 
BP4K KABUPATEN SUKABUMI TERIMA KUNJUNGAN BP4K KABUPATEN OKU Print E-mail

Keberhasilan penyelenggaraan penyuluhan di suatu daerah salah satunya tergantung dari kuat tidaknya kelembagaan penyuluhan. Kekuatan kelembagaan penyuluhan itu sendiri sangat dipengaruhi oleh kebijakan, struktur, dan sumberdaya yang dimiliki. Bagi BP4K Kabupaten Sukabumi, dilihat dari struktur kelembagaan, relatif telah memadai, karena semua fungsi penyuluhan telah tertangani di empat bidang yang ada. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap penyelenggaraan penyuluhan pun relatif lebih baik, terbukti dengan semakin tingginya anggaran BP4K, dimana Belanja Langsung mencapai 11 milyar rupiah.

      Adanya perubahan dan perbaikan dalam fasilitasi dan kelembagaan penyuluhan di Kabupaten Sukabumi menjadi daya tarik tersendiri bagi daerah lainnya untuk melaksanakan studi banding ke BP4K Kabupaten Sukabumi. Salah satunya BP4K Kabupaten OKU. Studi banding dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 12 Pebruari 2014, dengan jumlah rombongan 7 (tujuh) orang, terdiri dari Kepala Badan, dua orang Kepala Bidang, dan empat orang Kepala Sub Bidang/Kasubag. Fokus kunjungan ditekankan pada struktur kelembagaan BP4K, tupoksi setiap bidang, dan kunjungan ke kelompok yang telah berhasil.

     Rombongan BP4K Kabupaten OKU diterima langsung oleh Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi, didampingi para pejabat eselon III dan IV. Dalam acara penerimaan tersebut, Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi memaparkan sekilas tentang profil BP4K Kabupaten Sukabumi, kelembagaan tani yang dibina, termasuk potensi agroekosistem yang dimiliki.

      Para pejabat dari BP4K Kabupaten OKU begitu antusias dalam menggali data, termasuk berdiskusi secara langsung di ruangan setiap Kepala Bidang, setelah acara penerimaan di Ruang Pertemuan BP4K Kabupaten Sukabumi dilaksanakan. Yang cukup menarik, BP4K Kabupaten OKU hanya memiliki dua bidang, berbeda dengan BP4K Kabupaten Sukabumi yang memiliki empat bidang.

       Setelah berkunjung ke BP4K Kabupaten Sukabumi, rombongan diarahkan ke BP3K Sukabumi, yang jaraknya hanya sekitar 4 km dari kantor BP4K. BP3K Sukabumi merupakan salah satu BP3K yang diunggulkan untuk menjadi BP3K Model. BP3K ini diisi oleh Penyuluh yang memiliki kreativitas yang cukup tinggi, salah satunya dilihat dari pemanfaatan lahan BP3K yang efektif dan keberhasilan kelompok tani dalam menjalankan usaha agribisnisnya. Semoga kunjungan BP4K Kabupaten OKU ke BP4K Kabupaten Sukabumi memberikan nilai positif bagi kedua belah pihak. Amiin.

kunjungan_oku1.jpg 

kunjungan_oku2.jpg 

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 1 - 10 of 104


FEATI

feati.jpg

Kalendar

Pejabat BP4K

pejabat7a.gif

Pengasuh Siaran Pedesaan

siaran_pedesaan3.gif

Siaran

siaranrspd.gif

sms center

sms_center.gif

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini454
mod_vvisit_counterKemarin89
mod_vvisit_counterMinggu Ini1217
mod_vvisit_counterBulan Ini10442
mod_vvisit_counterTotal730083

Online saat ini

jajak Pendapat

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Web BP4K Kab Sukabumi ini..
 

Waktu

Program Unggulan

Siaran Pedesaan
FEATI

Link Terkait

group00.gif

BP4K Kabupaten Sukabumi