fix1.jpg
Selamat Datang di Website Resmi Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sukabumi

 


Beranda
BP4K KABUPATEN SUKABUMI MENDAPATKAN BANTUAN BENIH PADI SAWAH UNTUK PENANGKARAN DARI BPTP JABAR Print E-mail

 

bantuan_benih_bptp.jpg

 

Swasembada pangan, khususnya beras, memerlukan perhatian khusus dari  semua pihak, bukan hanya pemerintah pusat, namun juga pemerintah daerah. Hal ini terkait dengan meningkatnya kebutuhan pangan sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Di satu sisi, lahan sebagai penopang utama produksi beras justru mengalami penurunan sebagai akibat alih fungsi, khususnya untuk industri dan pemukiman. Oleh karena itu, penggunaan benih unggul menjadi salah satu upaya mendongkrak  produksi beras melalui  peningkatan produktivitas.

Namun demikian, seringkali benih unggul baru (VUB) padi sawah sulit diperoleh di tingkat lapangan, sehingga petani tidak ada pilihan lagi, kecuali menggunakan varietas seperti sebelumnya. Sebagai contoh Inpari 19, dimana varietas ini menunjukkan hasil yang baik di Kabupaten Sukabumi, namun sulit diperoleh di kios pertanian. Untuk itu, perlu ditumbuhkembangkan penangkar lokal benih padi sawah dari kelompok tani untuk mendukung ketersediaan benih unggul di tingkat lapangan.

Sebagai langkah awal penumbuhkembangan penangkar lokal, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat telah membagikan benih padi sawah Inpari 19 dan Inpari 30 sejumlah 1.180 kg. Benih tersebut akan didistribusikan untuk 14 kecamatan dan diproduksi sebagai benih. Hasilnya diharapkan dapat disebar untuk petani di wilayah sekitar kelompok tersebut.

Benih bantuan tersebut telah diserahterimakan pada hari Kamis tanggal 18 September 2014 di BPTP Jawa Barat. Benih diterima oleh Kepala Sub Bidang Sarana Prasarana Penyuluhan BP4K Kabupaten Sukabumi, Nara, S.ST.

Peran BPTP Jawa Barat dalam mendukung pembangunan pertanian, khususnya penyuluhan di Kabupaten Sukabumi relatif besar. Dukungan ini diberikan dalam bentuk pendampingan program strategis, seperti display varietas, alih teknologi, dan fasilitasi penangkaran.

 

 

 

 
KEPALA BP4K BERIKAN PEMBEKALAN BAGI IKATAN PENYULUH WANITA KABUPATEN SUKABUMI Print E-mail

Tantangan yang dihadapi oleh Penyuluh, baik saat ini maupun ke depan, sangatlah kompleks. Tantangan utama yang harus dihadapi adalah meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pelaku utama. Oleh karena itu, kemampuan Penyuluh haruslah memadai, baik dari aspek teknis, sosial, maupun komunikasi.

Kemampuan Penyuluh, tidaklah mengenal gender, karena tantangan yang dihadapi  tidaklah berbeda. Oleh karena itu, Penyuluh wanita pun harus memiliki kemampuan yang tidak boleh kalah dengan pria, termasuk aspek teknis. Untuk itulah, di BP4K Kabupaten Sukabumi, telah dibentuk ikatan Penyuluh Wanita Kabupaten Sukabumi (IPWSI), sejak Januari 2012. IPWSI secara rutin melaksanakan pertemuan setiap satu bulan sekali, dan diisi dengan berbagai materi yang sifatnya teknis, baik pertanian maupun keterampilan lain yang memungkinkan diperolehnya tambahan pendapatan, baik bagi penyuluh itu sendiri maupun bagi wanita tani.

Terakhir, pertemuan IPWSI dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 18 September 2014, bertempat di Ruang Pertemuan BP4K Kabupaten Sukabumi. Pertemuan kali ini mendapatkan pembekalan dari Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi yang baru, Ir. Hj. Dedah Herlina, M.Si. Pembekalan difokuskan pada aspek peningkatan motivasi bagi Penyuluh Wanita agar lebih mampu dalam menghadapi berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan, termasuk memperkuat dinamika kelompok tani, khususnya kelompok wanita tani.

 
penyuluh_wanita1.jpg 
penyuluh_wanita2.jpg

 

 
KEPALA BP4K JALIN KOMUNIKASI KEKELUARGAAN DENGAN PENYULUH Print E-mail

 

Banyak faktor yang mempengaruhi budaya kerja, kinerja, dan motivasi pegawai dalam bekerja. Salah satunya adalah faktor kepemimpinan. Karakter setiap pimpinan tentunya berbeda-beda, dan hal tersebut membawa perbedaan pada suasana kerja. Bagi dunia penyuluhan, karakter pemimpin yang mengayomi, kekeluargaan, dan tegas untuk hal-hal tertentu adalah yang dibutuhkan. Itulah yang ditunjukkan oleh Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi yang baru, Ir. Hj. Dedah Herlina, M.Si.

Sejak dilantik sebulan yang lalu, Beliau telah berkomitmen untuk mendekatkan diri dengan para Penyuluh. Mencoba mengenal lebih dekat sosok para Penyuluh, sekaligus menggali segala permasalahan yang ada.  Hingga saat ini, telah 35 BP3K dari 47 BP3K yang dikunjungi, dalam kurun waktu sebulan ini. Terakhir, kunjungan dilakukan pada hari Kamis, tanggal 11 September 2014. Objek yang dikunjungi adalah BP3K Warungkiara, Bantargadung, Palabuhanratu, Cikakak, dan Cisolok. Dengan demikian, tinggal 12 BP3K Lagi yang menjadi objek roadshow silaturahmi ke BP3K.

Banyak manfaat yang diperoleh dari kunjungan ini, termasuk dapat memecahkan permasalahan yang ada di lapangan, baik yang berkaitan dengan kepegawaian, sarana prasarana, maupun metodologi penyuluhan. Dalam jangka pendek ini, setelah selesai kunjungan ke BP3K, Beliau akan melanjutkan kunjungan ke setiap kelompok tani.

 

roadshow_selatan1.jpg

 

roadshow_selatan2.jpgroadshow_selatan3.jpg

 

 
 
KEPALA BP4K KABUPATEN SUKABUMI HADIRI PEMBUKAAN SL KAGRISNAK Print E-mail

Pengembangan ternak besar, khususnya sapi potong, memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembangunan ekonomi Kabupaten Sukabumi. Hal ini terkait dengan masih rendahnya populasi ternak, relatif jauh dengan kebutuhan setiap tahunnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2011, rata-rata konsumsi daging penduduk Kabupaten Sukabumi mencapai 2,09 kg/kapita/tahun. Jika diasumsikan berat daging per ekor sapi dan kerbau sebesar 139,9 kg, dan penduduk Kabupaten Sukabumi mencapai 2,4 juta jiwa, maka dibutuhkan setidaknya 25.537 ekor sapi dan kerbau setiap tahunnya. Padahal populasi sapi potong di Kabupaten Sukabumi saat ini hanya berkisar di angka 18.000 ekor saja.

Untuk itulah, sejak tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menggulirkan program Kawasan Agribisnis Berbasis Peternakan (Kagrisnak). Program Kagrisnak dibagi ke dalam 3 (tiga) zona, yaitu Zona Inti : Kecamatan Purabaya; Zona Penyangga : Kecamatan Nyalindung, Pabuaran, Sagaranten, Tegalbuleud, Cidolog, Cibitung, Surade, dan Ciracap; dan Zona Pendukung : Curugkembar, Jampangtengah, Cikembar, Gegerbitung, dan Ciemas.

Peran BP4K dalam mendukung keberhasilan program ini cukuplah strategis. Salah satunya melalui penyelenggaraan Sekolah Lapang (SL). Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kemampuan peternak dalam membudidayakan ternak sapi potong agar diperoleh produktivitas ternak yang lebih baik.

Pada tanggal 29 Agustus 2014, BP4K Kabupaten Sukabumi telah melaksanakan pembukaan SL Kagrisnak di Kecamatan Purabaya, tepatnya di Desa Marguluyu.  Pembukaan SL dilakukan langsung oleh Kepala BP4K, Ir. Hj. Dedah Herlina, M.Si, didampingi Kepala Bidang Penyelenggaraan, A.Muladi, SH. Pembukaan Sekolah Lapang dihadiri pula Kepala UPTD Peteernakan wilayah Jampangtengah, dan melibatkan peserta sebanyak 25 orang.pembukaan_sl_purabaya2.jpg 

pembukaan_sl_purabaya1.jpg 

 
BARU DILANTIK, KEPALA BP4K KABUPATEN SUKABUMI YANG BARU “NGEBUT” ROADSHOW KE BP3K Print E-mail

Proses mutasi dan rotasi di lingkungan birokrat merupakan hal yang sudah biasa terjadi, dan menjadi sebuah kebutuhan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.  Jika proses itu tidak terjadi, tentunya dapat mengurangi kreativitas dan motivasi kerja bagi para pegawai.

Proses mutasi ini ternyata terjadi juga di lingkungan BP4K Kabupaten Sukabumi, bahkan terjadi pada pucuk pimpinan. Sejak tanggal 6 Agustus 2014, Ir. Hj. Dedah Herlina, M.Si secara resmi menjabat sebagai Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi, menggantikan Ir. Iwan Karmawan, MM. Bapak Iwan yang baru menjabat Kepala BP4K selama 1,5 tahun dimutasikan ke Dinas Peternakan, sedangkan Ibu Hj. Dedah awalnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.

Tidak lama setelah dilantik, Kepala BP4K yang baru langsung melaksanakan Roadshow ke BP3K, dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi dengan seluruh Penyuluh di lapangan. Dalam kurun waktu hanya 2 minggu, Beliau telah mengunjungi setidaknya 20 BP3K, yang dilakukan di sela-sela tugas pokok beliau sebagai seorang pimpinan. BP3K yang telah dikunjungi umumnya berada di wilayah Utara Sukabumi, dan akan terus berlanjut hingga ke wilayah Selatan.

Dalam setiap kunjungan, selain untuk bersilaturahmi, Kepala BP4K juga menggali berbagai permasalahan yang dihadapi Penyuluh, termasuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan di lapangan. Hasil kunjungan ini menjadi bahan bagi Beliau untuk menentukan langkah dan kebijakan dalam pengembangan penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan di Kabupaten Sukabumi.

kunjungan_bu_dedah1.jpg 

kunjungan_bu_dedah2.jpg 

kunjungan_budedah3.jpg 

 
BUPATI SUKABUMI MELAKSANAKAN PANEN PERDANA GELAR TEKNOLOGI DI KECAMATAN SURADE Print E-mail
panen_gt_2014.jpg

Padi sawah merupakan komoditas strategis yang keberadaannya sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Indonesia. Komoditas ini mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah, karena kekurangannya atau ketiadaannya dapat mengganggu kestabilan politik dan keamanan negara. Untuk itulah, diperlukan upaya-upaya dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas padi sawah, terutama melalui diseminasi teknologi tepat guna kepada petani.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi, melalui Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K) adalah menyelenggarakan Gelar Teknologi Padi Sawah. Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak bulan April 2014 bertempat di Kampung Batusuhunan Kelurahan Surade Kecamatan Surade, seluas 10 Ha. Gelar Teknologi melibatkan 10 (sepuluh) perusahaan swasta/BUMN sebagai mitra. Mereka mendapatkan plot seluas 1 ha, yang harus dikelola sesuai dengan teknologi yang dimiliki, namun tetap berbasis pada 13 komponen PTT padi sawah. Kesepuluh perusahaan tersebut adalah : CV. Karya Tani, Syngenta Indonesia, CV. Saprotan Utama, PT. Petrokimia Gresik, PT. Petrosida Gresik, PT. Deltagro Mulia Sejati, PT. BASF, PT. Bina Guna Kimia (FMC), PT. Hextar Fertilizer Indonesia, dan PT. Anugerah Cemerlang Indonesia (ACI).

Panen perdana Gelar Teknologi ini telah dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 7 Agustus 2014, yang secara simbolis dilaksanakan oleh Bupati Sukabumi. Hadir pula dalam acara ini : Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian RI, perwakilan Bakorluh Provinsi Jawa Barat, Asisten Sekda Bidang Ekbang, Kepala OPD lingkup pertanian, KTNA, dan Komisi Penyuluhan. Panen perdana diikuti oleh sekitar 500 orang petani dari 47 kecamatan, dan didampingi oleh Penyuluh pada masing-masing BP3K.

Dalam laporannya, Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi, Ir. Hj. Dedah Herlina, M.Si, menyampaikan bahwa rata-rata hasil ubinan yang diperoleh cukup memuaskan, mencapai 7,85 ton/ha GKP, dengan hasil tertinggi mencapai 9,74 ton/ha GKP, dan terendah 6,35 ton/ha GKP. Varietas yang ditanam adalah Inpari 19. Adapun kontrol merupakan petakan sawah yang dikelola sendiri oleh petani, di luar Gelar Teknologi, dengan hasil ubinan hanya mencapai 4,26 ton/ha GKP.

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi menyampaikan bahwa hasil dari pelaksanaan Gelar Teknologi harus ditindaklanjuti dengan upaya pengembangan varietas Inpari 19. Hal yang menjadi kendala dalam pengembangan varietas unggul baru adalah ketersediaan benih di tingkat petani. Untuk itu, perlu adanya upaya menumbuhkembangkan penangkar lokal benih padi sawah, tentunya melalui kerjasama berbagai pihak terkait, khususnya BP4K, Dinas Pertanian, BPSB, dan BPTP Jawa Barat. 

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 1 - 10 of 111


FEATI

feati.jpg

Kalendar

Pejabat BP4K

pejabat_9.gif

Pengasuh Siaran Pedesaan

siaran_pedesaan3.gif

Siaran

siaranrspd.gif

sms center

sms_center.gif

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini403
mod_vvisit_counterKemarin643
mod_vvisit_counterMinggu Ini1046
mod_vvisit_counterBulan Ini19479
mod_vvisit_counterTotal755271

Online saat ini

We have 1 guest online

jajak Pendapat

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Web BP4K Kab Sukabumi ini..
 

Waktu

Program Unggulan

Siaran Pedesaan
FEATI

Link Terkait

group00.gif

BP4K Kabupaten Sukabumi